Usai Debat Kandidat, Ketua PanLih Kongres VII BM PAN : Silahkan DPW dan DPD Lirik Kandidat Yang Punya Gagasan
sorot24.id | JAKARTA – Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Kongres VII BM PAN, Achmad Qayyimel Alofi, mengajak seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BM PAN untuk menjadikan debat kandidat sebagai referensi utama dalam menentukan pilihan pada Kongres VII BM PAN.
Debat kandidat yang berlangsung di Teater Bulungan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/6/2026) menjadi ruang bagi para calon Ketua Umum untuk memaparkan visi, misi, serta gagasan strategis dalam membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan relevan dengan tantangan generasi muda.
Menurut Ketua Panlih; Achmad Qayyimel Alofi, setelah menyaksikan pemaparan para kandidat, kini saatnya DPW dan DPD menilai secara objektif siapa sosok yang memiliki kapasitas kepemimpinan, pemahaman organisasi, dan gagasan yang paling konkret untuk masa depan BM PAN.
“Usai debat ini, DPW dan DPD silakan melirik kandidat mana yang benar-benar memiliki gagasan strategis, memahami kebutuhan organisasi, serta memiliki kemampuan mengonsolidasikan kekuatan BMPAN dari pusat hingga daerah,” ujar Lofi.
Ia menegaskan bahwa dalam organisasi sebesar BMPAN, figur pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan akses vertikal atau kedekatan dengan elite tertentu. Seorang Ketua Umum juga harus memiliki legitimasi dan kedekatan dengan kader di daerah.
“BM PAN membutuhkan pemimpin yang bukan hanya memiliki akses vertikal, tetapi juga mengakar kuat di DPW dan DPD. Organisasi ini dibangun oleh kader-kader di daerah, sehingga aspirasi dan kebutuhan daerah harus menjadi perhatian utama calon pemimpin,” tegasnya.
Lofi menambahkan, debat kandidat telah memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon untuk menunjukkan kualitas kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, serta komitmen mereka dalam membangun organisasi yang lebih progresif dan inklusif.
Menurutnya, pemilik suara memiliki kesempatan untuk menilai secara langsung rekam gagasan para kandidat, mulai dari isu kaderisasi, penguatan organisasi, digitalisasi gerakan, pengembangan kapasitas pemuda, hingga strategi memperluas peran BM PAN dalam pembangunan nasional.
“Kami di Panlih hanya memastikan proses berjalan demokratis, transparan, dan adil. Adapun pilihan berada di tangan DPW dan DPD. Karena itu, gunakan momentum ini untuk memilih berdasarkan gagasan, kapasitas, dan kedekatan kandidat dengan basis kader di daerah,” katanya.
Ia berharap Kongres VII BM PAN dapat menghasilkan Ketua Umum yang mampu menyatukan seluruh elemen organisasi, memperkuat konsolidasi nasional, serta menjadikan BM PAN semakin berdaya dan berpengaruh dalam mengawal kepentingan generasi muda Indonesia.
“Debat sudah selesai, gagasan sudah dipaparkan. Kini saatnya DPW dan DPD menentukan pilihan terbaik demi masa depan BMPAN,” pungkas Achmad Qayyimel Alofi .
red24_KANU






























